Selasa, 15 Maret 2011

Fosil Ular Terbesar di Dunia

Masih ingat ular anaconda dalam film "Anaconda" yang dibintangi bintang film Hollywood, Jennifer Lopez? 
Ular sepanjang 12,1 meter itu masih kalah panjang dibanding fosil ular hasil temuan para ilmuwan baru-baru ini. 
Fosil dari timur laut Kolombia ini menjadi pertanda bahwa saat masih hidup, binatang melata itu merupakan ular terbesar di dunia. Panjangnya mencapai 12,8 hingga hampir 14 meter, dan berbobot 1,25 ton.

"Benda ini [ular] berbobot lebih berat daripada seekor bison, dan lebih panjang dari sebuah kota," kata ahli ular Jack Conrad dari American Museum of Natural History di New York. "Ular itu bisa menelan sapi dengan gampang. Seorang manusia juga dapat segera ditelan."

"Kalau ular itu masuk ke ruangan saya untuk memakan saya, maka dia akan kesulitan melewati pintu," kata ahli fosil Jason Head dari University of Toronto Missisauga.
Sebenarnya, monster melata itu di masa lalu mungkin melahap dan mengunyah buaya di hutan hujan tropis yang menjadi tempat tinggal mereka sekitar 58 juta hingga 60 juta tahun lalu.

Para penemu fosil menamakan fosil ular tersebut "Titanoboa cerrejonensis" (baca: "ty-TAN-o-BO-ah sare-ah-HONE-en-siss"). Artinya, "ular boa yang sangat kuat dari Cerrejon." Cerrejon adalah nama daerah tempat fosil ditemukan.
Dengan tubuh seperti boa modern, titanoboa berperilaku seperti anaconda dan menghabiskan waktu di dalam air. Kalau sedang di darat, titanoboa akan bergerak melata.

Titanoboa pertama kali disingkap di awal 2007 di Florida Museum of Natural History di Universitas Florida di Gainesville. Para ilmuwan kemudian melakukan rangkaian penelitian sebelum merilisnya dalam jurnal Nature, Kamis lalu. Namun para ilmuwan masih akan kembali ke Kolombia untuk menemukan beberapa bagian fosil yang belum ditemukan.

Ukuran tubuh titanoboa yang luar biasa memberi petunjuk tentang habitatnya. Dengan tubuh sebesar itu menunjukkan bahwa titanoboa hidup di suhu lingkungan yang hangat. Tampaknya temperatur di garis khatulistiwa meningkat bersamaan dengan suhu global. Ini kontras dengan hipotesis yang mengatakan bahwa suhu tidak akan naik.

"Ini adalah sebuah lompatan kalau diterapkan pada kondisi masa lalu dengan perubahan iklim, kata Head. Menurut Head, penemuan itu menggambarkan bahwa daerah di garis khatulistiwa akan menghangat bersama dengan bertambahnya usia planet. "Namun tidak akan ada lagi ular raksasa karena kita sudah memusnahkan habitat mereka dengan pembangunan dan penebangan hutan di wilayah ekuator,

0 komentar:

Poskan Komentar

".....ME......" © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute